/

Mendobrak bank: Dua jenis kredit baru yang mendisrupsi industri yang telah berusia 3.000 tahun

Sebuah studi dari Institut Ifo menunjukkan bahwa fintech (tekfin) dan kredit berteknologi besar - yang dijuluki "pinjaman digital" - dengan cepat menyalip pasar kredit konvensional.

Selama Covid, pemerintah di seluruh dunia meningkatkan pembayaran nirsentuh, sementara e-niaga, telemedik, e-pembelajaran, dan kerja jarak jauh meningkatkan pembayaran online, dan menyebabkan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pinjaman digital untuk rumah tangga dan usaha kecil.

Tekfin (Teknologi Finansial) dan kredit berteknologi besar memberi dampak pada pasar kredit global

Namun, sebuah studi baru dari Institut Ifo di Universitas Munich telah menunjukkan bahwa perubahan di pasar kredit global telah dimulai jauh sebelum pandemi. Studi ini menemukan bahwa dua jenis kredit baru, yaitu tekfin dan perusahaan teknologi besar, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di pasar kredit global sebelum Covid muncul. Pada tahun 2019, kredit tekfin tercatat sebesar 223 miliar dolar AS, sementara kredit perusahaan teknologi besar mencapai 572 miliar dolar AS.

Tekfin dan kredit teknologi besar cukup besar di beberapa negara.
Sumber: Forum CESifo

Salah satu alasan mengapa platform kredit online ini menjadi "sumber pembiayaan alternatif" yang populer adalah karena generasi Milenial dan Gen Z yang tumbuh dengan ATM, kartu kredit dan kartu debit serta transfer dana online, dengan cepat mengambil kesempatan untuk mendapatkan kemudahan, kecepatan, dan transparansi yang ditawarkan oleh platform-platform ini. Kemudahan mendapatkan pinjaman komersial di platform online adalah perubahan yang disambut baik oleh bisnis yang frustasi dengan peraturan kredit yang ketat dan turunnya persetujuan pinjaman dari bank yang khawatir akan kredit macet.

Namun, apa saja jenis kredit baru ini, dan bagaimana mereka mendisrupsi industri pinjaman yang telah berusia 3.000 tahun?

Kredit Tekfin (Teknologi Finansial)

Baik fintech (tekfin) maupun teknologi besar, tidak seperti perbankan tradisional, menggunakan teknologi digital baru dalam pendekatan kredit mereka. Contohnya, tekfin menggunakan platform online baru dalam memberikan pinjaman yang tidak digunakan oleh bank komersial. Selain itu, tingkat aktivitas kredit tekfin yang lebih tinggi telah diamati di negara-negara yang lebih besar dan lebih makmur di mana PDB per kapita tinggi, layanan perbankan mahal, dan peraturan perbankan lebih longgar. Oleh karena itu, kredit tekfin terlihat tumbuh dalam beberapa tahun terakhir di Tiongkok, AS, dan Inggris. Di Tiongkok, platform tekfin terkemuka termasuk Yiren Digital, juga Ant Group, Tencent, dan Didi Global. Di sisi lain, Zopa, pemberi pinjaman tertua di Inggris bertransformasi menjadi platform pinjaman rekan ke rekan (peer-to-peer) pertama di negara tersebut, sementara Funding Circle telah merevolusi pemberian pinjaman kepada usaha kecil di Inggris. Di AS, Lending Club merupakan perusahaan pinjaman rekan ke rekan, dan SoFi, platform pinjaman yang dimulai sebagai proyek percontohan pemberian pinjaman kepada mahasiswa Stanford, sementara Harmoney merupakan platform kredit daring yang telah meraih banyak penghargaan di Australia dan Selandia Baru.   

Kredit berteknologi besar

Jenis kredit baru kedua yang tersedia untuk rumah tangga dan usaha kecil adalah melalui perusahaan teknologi besar yang fungsi bisnis utamanya adalah layanan digital, dan bukan layanan keuangan. Pemberi pinjaman teknologi besar terkemuka termasuk Alibaba Ant Group dan Tencent WeBank di Cina, Amazon di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara lain, Google di India, M-Pesa dan operator uang mobile lainnya di Afrika, Grab dan Go-Jek di Asia Tenggara serta Mercado Libre dan lainnya di Amerika Latin.

Dengan bisnis-bisnis yang berfokus pada e-niaga, media sosial, atau pencarian di internet, mereka memiliki akses ke data penting tentang orang dan perusahaan. Jadi, dengan menganalisis dan memanfaatkan data ini, beberapa perusahaan teknologi besar telah tumbuh lebih besar daripada beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia.

Kredit teknologi besar berkembang pesat di Asia, Amerika Serikat, dan Afrika
Sumber: Forum CESifo

Selain itu, seperti yang ditunjukkan oleh data, kredit berteknologi besar berkembang pesat di seluruh dunia, dengan Cina, Jepang, Korea, dan AS menjadi pasar terbesar secara absolut. Di Jepang, misalnya, perusahaan e-niaga Rakuten dan perusahaan media sosial LINE merupakan kreditur besar, sementara di Korea, dua bank virtual Kakao Bank dan KBank telah menjadi pemberi pinjaman besar sejak bisnis mereka dimulai pada tahun 2017.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pinjaman teknologi besar, yang tumbuh secara global sebesar 44% dari tahun 2018 menjadi 572 miliar dolar AS di tahun 2019, diproyeksikan akan meningkat menjadi 1 triliun dolar AS pada tahun 2023.

Tekfin dan kredit berteknologi besar melalui permintaan dan penawaran

Selain itu, seperti halnya segala sesuatu di bidang ekonomi, peningkatan tekfin dan kredit berteknologi besar juga dapat dijelaskan melalui konsep permintaan dan penawaran. Negara-negara makmur yang mencatat PDB per kapita yang lebih tinggi, menunjukkan permintaan yang lebih tinggi untuk tekfin dan kredit teknologi besar, tetapi permintaan turun pada tingkat perkembangan ekonomi yang sangat tinggi. Hal ini lebih terlihat pada tekfin dibandingkan dengan kredit teknologi besar.

Selain itu, ketika layanan perbankan lebih mahal, mungkin karena kecenderungan monopoli, individu dan bisnis akan beralih ke kredit yang lebih murah terutama dari fintech (tekfin), tetapi juga dari perusahaan-perusahaan teknologi besar. Hal ini juga terlihat di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan perbankan, di mana terdapat lebih sedikit bank per kapita. Di sini juga, permintaan untuk kredit tekfin lebih besar daripada kredit perusahaan teknologi besar, karena pinjaman tekfin adalah mitra dari kredit bank tradisional. Di sisi lain, karena kredit teknologi besar bergantung pada metode distribusi digital dan bukan pada cabang-cabang organisasi yang sebenarnya, konsep daerah yang belum terjangkau bank menjadi tidak relevan.  

Dari perspektif penawaran, ketika peraturan perbankan ketat, orang dan bisnis mencari kondisi yang lebih fleksibel untuk kredit tekfin dan teknologi besar. Namun, peraturan perbankan yang tidak fleksibel tersebut dapat menyulitkan tekfin dan perusahaan teknologi besar untuk memasuki pasar kredit.

Di sisi lain, ketika ada lingkungan perusahaan yang ramah bisnis, sistem perbankan yang berkembang, perlindungan dan keterbukaan informasi bagi investor, serta sistem peradilan yang bekerja dengan baik, akan ada volume kredit alternatif yang lebih tinggi karena tekfin dan perusahaan-perusahaan teknologi besar dapat dengan mudah masuk ke dalam pasar kredit dan tumbuh di dalamnya.  

Implikasi untuk kebijakan di masa depan

Meskipun tekfin dan kredit teknologi besar telah menjadi sangat menguntungkan secara global, mereka adalah pendatang baru di pasar kredit, dan sering kali tidak dimasukkan ke dalam data kredit resmi. Hal ini menjadi masalah karena bank sentral dan regulator yang bertanggung jawab untuk memantau pasar kredit, perlu memiliki gambaran lengkap tentang bagaimana pasar kredit berfungsi, dan tidak boleh, seperti pilot handal, "terbang dalam keadaan buta."

Hal ini mengharuskan adanya prioritas kebijakan untuk memastikan ketersediaan data kredit yang lebih besar, dan memastikan tekfin dan pemberi pinjaman berteknologi besar disertakan dalam pelaporan regulasi.

Pihak berwenang harus waspada terhadap tren peminjam individu yang melebihi batas kredit mereka dan mempertaruhkan stabilitas keuangan seluruh perekonomian, seperti yang telah terjadi sebelumnya selama periode lonjakan pasar kredit. Hanya kemerosotan ekonomi yang akan benar-benar menunjukkan apakah ini adalah alternatif keuangan baru yang menjanjikan atau hanya gelembung kredit.

Terlebih lagi, di era pasca pandemi, di mana kenyamanan akan menjadi kekuatan utama pertumbuhan tekfin dan kredit teknologi besar, regulator perlu terus memantau sumber-sumber kredit baru ini, dan karenanya mengaturnya dengan lebih baik dengan aturan atau kerangka kerja khusus.

Ketika otoritas jasa keuangan global belajar dari satu sama lain, mereka akan menemukan bahwa memastikan stabilitas keuangan dan efisiensi pasar terkadang akan mengarah pada pertukaran yang tak terhindarkan dengan perlindungan konsumen dan data.