Temukan pendekatan holistik dalam menilai ekosistem, yang sangat penting untuk mendorong konservasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Dapatkah ilmu ekonomi menyediakan alat untuk memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati kita?
////

Ekosistem: Lebih dari sekedar label harga

Temukan pendekatan holistik dalam menilai ekosistem, yang sangat penting untuk mendorong konservasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Dapatkah ilmu ekonomi menyediakan alat untuk memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati kita?

Manusia memberikan nilai pada berbagai hal dengan alasan yang berbeda-beda. Memahami nilai ekosistem, khususnya yang berada di lembah Magdalena-Cauca, dimana 80% penduduk Kolombia tinggal, sangat penting untuk membentuk kebijakan publik dan upaya konservasi. IPBES (Intergovernmental Panel on Ecosystem Services) mengidentifikasi tiga cara utama untuk menilai alam: intrinsik (signifikansi biologis), relasional (budaya dan spiritual), dan instrumental (ekonomi). Setiap pendekatan memiliki keterbatasan, namun secara bersamaan, ketiga pendekatan tersebut memberikan pandangan yang lebih holistik terhadap nilai keanekaragaman hayati.ย 

Valuasi ekonomi sebagai instrumen untuk pengambilan Keputusan

Konsep Modal Alam (Natural Capital/NC) diakui secara luas atas perannya dalam kesejahteraan manusia, yang mencakup elemen-elemen ekosistem hidup dan mati yang menyediakan barang dan jasa penting. Pendekatan penilaian ini membantu pengambilan keputusan di berbagai tingkatan, sehingga memungkinkan penilaian pentingnya jasa ekosistem melalui cara-cara ekonomi. Valuasi ekonomi (valuasi instrumental) mengungkapkan nilai dalam hal pentingnya jasa ekosistem bagi masyarakat di suatu wilayah tertentu melalui nilai moneter yang harus dipahami sebagai indikator nilai dan bahasa yang melengkapi pengelolaan lingkungan. Penilaian ekonomi merupakan salah satu dari sekian banyak cara untuk menentukan nilai NC.

Dapatkah ilmu ekonomi menyediakan alat untuk memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati kita?

Cesar Augusto Ruiz-Agudelo

Penilaian ekonomi Modal Alam untuk pembangunan sosial-lingkungan di Kolombia 

Dengan menggunakan metode yang telah ada untuk menilai ekosistem secara global dan regional, penilaian awal terhadap NC yang tersisa dan yang hilang di Lembah/cekungan Magdalena-Cauca untuk tahun 2020 dilakukan. Proses ini melibatkan tiga tahap utama: pertama, tinjauan komprehensif terhadap studi valuasi ekonomi di Kolombia dari tahun 1993 hingga 2021; kedua, standarisasi indikator harga ke dalam dolar internasional tahun 2020 (USDInt.2020); dan ketiga, penyesuaian, transfer, dan pemetaan nilai-nilai tersebut untuk 168 bioma dan 77 ekosistem umum di cekungan ini, yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya yang kaya.

Untuk pertama kalinya di Kolombia, penilaian awal terhadap nilai NC dari cekungan penting ini telah dilakukan. Evaluasi ini mengandalkan data mengenai 15 jasa ekosistem, termasuk peluang rekreasi, penyediaan air untuk berbagai kegiatan, penyerbukan, dan banyak lagi. Tujuannya adalah untuk menyediakan metode geospasial untuk menghitung nilai ekonomi ini, dengan menyoroti nilai ekonomi dari aset alam yang tersisa di wilayah ini. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang berharga kepada para pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat untuk menggarisbawahi pentingnya ekosistem ini bagi kesejahteraan masyarakat lokal, regional, dan nasional.

Temukan pendekatan holistik dalam menilai ekosistem, yang sangat penting untuk mendorong konservasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Dapatkah ilmu ekonomi menyediakan alat untuk memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati kita?
Kredit. Midjourney

Temuan dari penelitian ini menunjukkan kerugian NC yang signifikan di wilayah tersebut, yaitu sebesar 1,5 triliun Int. $2020/tahun, melebihi PDB Kolombia pada tahun 2020. Sebaliknya, NC yang tersisa bernilai 469 miliar Int. $2020/tahun, juga melebihi PDB negara tersebut. Beberapa tantangan muncul dari penilaian awal ini.

Pertama, terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai jasa ekosistem di cekungan Magdalena-Cauca untuk mengukur nilai NC yang tersisa dan manfaat sosial yang terkait. Kedua, hasil ini mendorong adopsi pendekatan manajemen baru untuk memaksimalkan keuntungan sosial ekonomi dari pelestarian NC di cekungan tersebut, seperti pemberian insentif terhadap pelestarian kawasan yang bernilai melalui mekanisme ekonomi seperti pembayaran jasa ekosistem. Ketiga, dengan 24% dari NC yang tersisa berada di zona lindung, terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkuat kebijakan pengelolaan lahan, yang merupakan tanggung jawab utama pemerintah Kolombia. Terakhir, rencana pembangunan di masa depan di cekungan Magdalena-Cauca harus disusun dengan hati-hati untuk mencegah penipisan NC lebih lanjut.

Perkiraan di masa depan diharapkan dapat lebih memperinci dan merinci informasi ini, yang tidak diragukan lagi akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan. Selain itu, diperlukan juga upaya untuk mengombinasikan strategi yang dapat mencegah hilangnya NC ini dan, oleh karena itu, mencegah degradasi atau hilangnya jasa ekosistem yang ditawarkannya.

Rekomendasi akhir untuk para pengambil Keputusan

Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu tantangan utama di abad ke-21, dan perlindungan NC merupakan kriteria utama bagi para pembela keberlanjutan yang kuat. Dalam perekonomian, keberlanjutan pembangunan dapat dipahami melalui penekanan pada aset alam, meskipun bentuk aset modal lainnya juga penting.

Kebijakan pembangunan secara tradisional tidak mengikutsertakan NC karena pertumbuhan ekonomi dan pembangunan merupakan prasyarat untuk permintaan barang dan jasa lingkungan. Para ilmuwan konservasi telah menekankan perlunya memperhatikan konteks sosio-ekonomi dari kerugian NC untuk merancang kebijakan yang efektif. Penekanan ini menjadi sangat penting dalam menghadapi degradasi biosfer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejauh pertumbuhan ekonomi merupakan bagian integral dari pembangunan ini, mengeksplorasi dampaknya terhadap NC berpotensi memperkuat diagnosis penurunan keanekaragaman hayati dan mendukung desain solusi yang efektif.

Untuk semua negara (dengan perubahan signifikan dalam sistem ekologi mereka), karakterisasi dan penilaian NC masih menjadi tugas yang tertunda. Selain itu, hal ini merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk perencanaan pembangunan. Dalam konteks ini, penelitian ini membahas isu-isu metodologis yang memungkinkan untuk mereplikasi pengalaman ini di wilayah geografis yang berbeda dengan konteks sosial ekonomi yang berbeda. Terakhir, penting untuk mempertimbangkan perangkat atau alat ekonomi yang tersedia untuk melengkapi upaya konservasi alam.ย 

๐Ÿ”ฌ๐Ÿงซ๐Ÿงช๐Ÿ”๐Ÿค“๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ”ฌ๐Ÿฆ ๐Ÿ”ญ๐Ÿ“š

Referensi jurnal

Ruiz-Agudelo, C. A., & de Paula Gutiรฉrrez-Bonilla, F. (2024). The remnant natural capital of the Magdalena-Cauca basin: immense losses for the 80% of Colombian inhabitants. Journal of Environmental Studies and Sciences14(1), 135-153. https://doi.org/10.1007/s13412-023-00873-2

Cesar Augusto Ruiz-Agudelo adalah seorang ahli biologi dari Universitas Nasional Kolombia, yang memiliki gelar master di bidang ekonomi sosial dan gelar PhD di bidang Ilmu Lingkungan dan Keberlanjutan. Beliau memiliki pengalaman selama 20 tahun sebagai koordinator dan direktur teknis proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dalam tim interdisipliner di berbagai wilayah di Kolombia. Selain itu, beliau adalah seorang profesor di Universitas Jorge Tadeo Lozano dan pemimpin strategi Capital Natural Kolombia. Beliau telah menulis 45 publikasi ilmiah tentang topik-topik ini dan tujuh publikasi tentang pengembangan kebijakan publik di Kolombia. Karyanya berfokus pada pembangunan lokal yang berkelanjutan, penilaian ekonomi, pembayaran untuk jasa lingkungan, dan pengukuran penilaian ekonomi dan kesejahteraan manusia.