//

Bukti emisi karbon pada perusahaan multinasional

Metode apa yang digunakan perusahaan multinasional untuk mengurangi emisi karbon?

Pengurangan gas rumah kaca, khususnya emisi karbon dioksida (CO2) dari perusahaan industri di seluruh dunia, telah menjadi isu krusial di forum internasional akibat perubahan iklim dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegahnya. Dalam studi ini, kami menyelidiki peran pengeluaran dari penelitian dan pengembangan (R&D) dalam mengurangi emisi CO2 untuk perusahaan multinasional (MNC) dan perusahaan domestik untuk menentukan apakah jenis perusahaan itu berpengaruh penting. Kami menggunakan data emisi CO2 pada perusahaan industri dari database Thomson Reuters Refinitiv Environmental Social and Governance (ESG).

Jenis dan lokasi perusahaan penting

Penting untuk menyelidiki peran perusahaan multinasional (MNC) dibandingkan dengan perusahaan domestik dalam mengurangi emisi karbon di seluruh dunia. Perusahaan multinasional memiliki sumber daya untuk berinvestasi dalam pengeluaran penelitian dan pengembangan berskala besar untuk mencapai netralitas karbon sambil memindahkan kegiatan intensif karbon di antara fasilitas produksi mereka yang terdiversifikasi secara geografis, sehingga dapat menghindari pengurangan emisi.

Analisis kami adalah pada sampel 19.929 pengamatan tahun perusahaan dari 2.884 perusahaan unik dari 44 negara. Kami mengklasifikasikan negara sampel sebagai negara maju (atau ekonomi maju) dan negara berkembang (termasuk ekonomi berkembang) berdasarkan Database Pandangan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional (IMF). Basis data ini mengklasifikasikan ekonomi berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan per kapita yang tinggi, ekspor barang dan jasa yang beragam, dan integrasi yang lebih besar ke dalam sistem keuangan global. Lokasi sebuah MNC didasarkan pada negara asal fiskalnya, dimana kantor pusat perusahaannya diidentifikasi oleh Thomson Reuters.

Hasil pengurangan emisi

Intensitas emisi dihitung sebagai rasio tingkat emisi CO2 dalam kiloton terhadap total penjualan. Variabel intensitas R&D adalah rasio pengeluaran R&D terhadap total penjualan. Gambar 1 menunjukkan tren/kecenderungan waktu dalam hubungan antara intensitas emisi karbon dan intensitas R&D. Nilai rata-rata intensitas emisi tingkat perusahaan menurun dari waktu ke waktu, tetapi penurunan tersebut merupakan tren/kecenderungan yang jelas, terutama setelah tahun 2009. Hal ini dapat dijelaskan dengan meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, yang mengarah pada kepedulian terhadap lingkungan dan peraturan yang lebih ketat. Intensitas R&D, secara rata-rata, menurun hingga tahun 2009 dan kemudian terus meningkat selama sisa periode sampel.

Figure 1 - Time trends in carbon emissions and R&D expenditures
Gambar 1: Kecenderungan waktu dalam emisi karbon dan pengeluaran R&D
Sumber Kredit: Halit Gonenc dan Aleksandra Poleska (penulis)

Perusahaan multinasional mencari tempat untuk beroperasi

Globalisasi telah memungkinkan negara dan bisnis di seluruh dunia menjadi lebih saling terhubung. Penanaman modal asing (PMA/FDI) dapat menjadi cara penting bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi di tempat-tempat yang lebih lemah dalam penegakan pengurangan emisi, yang pada gilirannya akan meningkatkan emisi karbon global bersih mereka. MNC memindahkan operasinya ke negara-negara, misalnya ke negara-negara berkembang, di mana polusi tingkat perusahaan diperkirakan akan lebih tinggi karena peraturan lingkungan yang lebih longgar. Hal ini memungkinkan MNC untuk mengurangi munculnya biaya lingkungan di negara asal mereka, tetapi juga menyebabkan peningkatan polusi dan pengurasan sumber daya alam di negara asing.

Kami menemukan bahwa emisi karbon berkurang dengan pengeluaran R&D yang lebih besar, tetapi penurunannya rata-rata 19,5% lebih tinggi untuk perusahaan multinasional dibandingkan dengan perusahaan domestik. Untuk meningkatkan kinerja lingkungan terkait energi perusahaan, para manajer harus mengkoordinasikan kegiatan penelitian untuk mengembangkan teknologi baru yang rendah karbon yang mengarah pada efisiensi inovasi. Dari perspektif kebijakan pengendalian perubahan iklim, perusahaan - khususnya perusahaan multinasional - harus diberikan insentif untuk meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan (R&D).

Investasi R&D untuk teknologi rendah karbon

Namun, penurunan emisi karbon secara keseluruhan lebih kecil untuk MNC yang memiliki R&D yang tinggi ketika mereka memiliki aliran FDI/PMA yang relatif tinggi di negara maju. Aliran FDI/PMA yang tinggi ini diperkirakan terjadi dalam batas-batas perusahaan MNC yang sama. Temuan ini sangat relevan untuk bagian akhir dari periode penelitian (2015-2019), di mana peningkatan kesadaran akan perubahan iklim dan pengetatan peraturan lingkungan di seluruh dunia dapat menyebabkan pengawasan yang lebih cermat terhadap kesepakatan FDI/PMA oleh MNC di dunia dengan pengaturan peraturan yang tidak merata, MNC dapat terus berproduksi dengan cara yang berbahaya bagi iklim tanpa harus menanggung biaya yang jauh lebih tinggi. Tujuannya adalah agar perusahaan multinasional membantu mitra mereka untuk mengembangkan teknologi baru untuk mengendalikan emisi karbon ketika memindahkan produksi ke negara berkembang.

Studi kami memberikan bukti awal yang menunjukkan bahwa pengelolaan FDI/PMA oleh MNC menghasilkan kebocoran karbon, terutama ketika MNC tersebut berbasis di negara maju. Untuk menarik kesimpulan yang kuat mengenai hal ini, perlu untuk memeriksa kemampuan MNC untuk memindahkan lokasi produksi, dan untuk membandingkan aktivitas berdasarkan lokasi asal mereka di negara maju dengan operasi mereka di negara berkembang. Analisis terperinci mengenai emisi karbon dari para pencemar global diperlukan untuk memberikan bukti yang kuat mengenai masalah ini.

Aktivitas perusahaan multinasional harus dipantau

Bukti yang kuat membutuhkan analisis yang sangat rinci mengenai emisi karbon dari para pencemar global. Sebagai contoh, perusahaan multinasional dapat memindahkan salah satu pabriknya ke negara berkembang yang tidak memiliki peraturan karbon yang ketat. Namun, alternatif lainnya adalah perusahaan multinasional dapat mengubah bisnis mereka untuk menciptakan merger yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat menurunkan emisi.

Hal ini memungkinkan sebuah MNC untuk tetap berada dalam industri yang sama, tetapi menggunakan teknologi yang lebih efisien dan lebih sedikit polusi. Pengurangan emisi MNC penghasil polusi besar dari waktu ke waktu disebabkan oleh sifat keputusan manajemennya dan apakah keputusan tersebut bersifat organik (didorong oleh perubahan internal) atau anorganik (didorong oleh perubahan eksternal).

Hal ini serupa dengan bagaimana pertumbuhan perusahaan dapat terjadi secara organik (misalnya didorong oleh investasi baru atau peningkatan pendapatan pada lini produk saat ini) atau anorganik (misalnya membeli perusahaan melalui merger). Menyelidiki akar dari kegiatan perusahaan multinasional akan menjelaskan bagaimana mereka mengelola kebocoran karbon dengan mengalokasikan fasilitas produksi mereka ke negara berkembang atau negara dengan emisi tinggi atau rendah.

πŸ”¬πŸ§«πŸ§ͺπŸ”πŸ€“πŸ‘©β€πŸ”¬πŸ¦ πŸ”­πŸ“š

Referensi jurnal

Gonenc, H., & Poleska, A. (2022). Multinationals, research and development, and carbon emissions: international evidence. Climate Policy, 1-16. https://doi.org/10.1080/14693062.2022.2135484

Halit Gonenc menerima gelar Doktor di bidang Bisnis Internasional dengan fokus pada bidang Keuangan di Perguruan Tinggi Bisnis dan Administrasi Publik, Universitas Old Dominion, di Virginia, Amerika Serikat. Beliau adalah seorang Lektor Kepala di Departemen Ekonomi, Ekonometrika & Keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan seorang Rekan Peneliti di Sekolah Pascasarjana SOM di Universitas Groningen di Belanda. Selain membimbing tesis master dan doktoral, Dr. Gonenc juga mengajar berbagai mata kuliah di program sarjana dan pascasarjana. Dia telah menerbitkan banyak artikel tentang topik keuangan dan bisnis di jurnal akademik internasional yang terkenal.

Aleksandra Poleska adalah lulusan dari Universitas Queen Mary London dan Universitas Groningen. Selama menempuh pendidikan MSc di Universitas Groningen, ia mengembangkan minat yang kuat pada pembiayaan energi dan iklim. Ia bekerja di Mileway, penyedia aset real estat logistik jarak jauh di Eropa yang berkantor pusat di Amsterdam. Sebagai anggota tim Transactions Finance, ia memainkan peran kunci dalam transaksi yang berkaitan dengan akuisisi perusahaan.