Teaching emotional regulation is essential for children's well-being, academic success, and mental health, with included parenting tips and strategies.
///

Mengajarkan pengaturan emosi - keterampilan hidup yang penting bagi anak-anak

Mengajarkan pengaturan/regulasi emosi sangat penting untuk kesejahteraan anak, keberhasilan akademis, dan kesehatan mental, dengan menyertakan tips dan strategi pengasuhan anak.

Bayangkan ini: Mike dan Nir adalah dua anak yang masuk dalam tim sepak bola di kelas mereka. Saat berbagi kabar ini dengan tiga orang teman mereka, Mike dan Nir menerima tiga tanggapan yang berbeda. Ariel mengucapkan selamat kepada mereka karena telah masuk tim; ia tahu bahwa mereka telah bekerja keras selama latihan dan tidak sabar untuk mendukung mereka saat pertandingan. Elisa sangat senang untuk mereka, namun ia khawatir bahwa mereka tidak akan memiliki waktu untuk bermain bersamanya karena komitmen baru mereka terhadap tim sepak bola. Dan Danny? Danny sangat cemburu; dia ingin bermain bersama Mike dan Nir di tim.

Meskipun setiap teman menerima kabar yang sama, mereka bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Seperti yang diilustrasikan berulang kali dalam kehidupan, situasi yang sama bisa membangkitkan emosi yang berbeda pada orang yang berbeda. Ketika mengamati reaksi Danny dari dekat, terlihat jelas bahwa banyak pikiran negatif yang membanjiri pikirannya: "Apakah teman-teman saya akan punya cukup waktu untuk saya?" "Saya tidak percaya saya tidak masuk tim." "Saya benar-benar gagal, apa pun yang saya coba." "Mereka tidak akan mengerti perasaan saya karena mereka selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan." "Saya tidak akan pernah bisa bermain sepak bola sebaik Mike dan Nir."

Danny berfokus pada bagian terburuk dari kabar ini; ia merasa kehilangan sahabat-sahabat terbaiknya dan tidak memiliki masa depan dalam olahraga yang ia cintai. Perasaan tidak berharga mengambil alih. Dia bergumul dengan perasaan gagal, membandingkan dirinya dengan teman-temannya secara tidak adil, dan duduk dengan cemburu yang marah alih-alih menemukan kebahagiaan dalam kesuksesan mereka. Danny jatuh ke dalam perangkap yang pernah dialami oleh semua orang. Persepsinya tentang peristiwa tersebut menginformasikan tanggapannya, yang persis seperti yang dialami manusia ketika ada peristiwa tertentu yang membuat kita merasa dengan cara tertentu.

Pendahuluan

Pengaturan/regulasi emosi-kemampuan untuk mengelola dan merespons pengalaman emosional dengan cara yang dapat diterima secara sosial-merupakan keterampilan hidup yang penting yang dikembangkan oleh anak-anak seiring dengan pertumbuhan mereka. Keterampilan ini sangat penting bagi perkembangan sosial, kesuksesan akademis, dan kesejahteraan anak. Keterampilan ini merupakan fondasi bagi banyak keterampilan hidup lainnya, termasuk ketahanan, pengambilan keputusan, dan membangun hubungan. Ketika keterampilan penting, seperti pengaturan emosi, diabaikan pada anak kecil, mereka akan lebih mungkin untuk menghadapi tantangan kesehatan mental, sehingga menjadi salah satu dari 33% anak-anak di AS yang didiagnosis dengan ADHD, kecemasan, masalah perilaku, atau depresi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya mengajarkan pengaturan emosi pada anak-anak. Kami akan mengeksplorasi peran orang tua dan pendidik dalam proses ini, mendiskusikan strategi dan teknik yang dapat digunakan, dan memeriksa manfaat jangka panjang dari menumbuhkan keterampilan pengaturan emosi pada anak-anak.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pengaturan emosi pada anak dan membekali orang tua dan pendidik dengan pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk mengajarkan keterampilan penting ini secara efektif. Kami akan menilai penelitian akademis dan pendapat para ahli untuk memastikan informasi yang disajikan dapat diandalkan dan praktis.

Ikuti terus pembahasan kami mengenai topik penting ini, yang akan menjelaskan pentingnya pengaturan emosi dalam kehidupan anak-anak dan bagaimana kita, sebagai orang dewasa, dapat memfasilitasi perjalanan mereka menuju kedewasaan emosi.

Mengajarkan pengaturan/regulasi emosi sangat penting untuk kesejahteraan anak, keberhasilan akademis, dan kesehatan mental, dengan menyertakan tips dan strategi pengasuhan anak.
Kredit. Midjourney

Apa yang dimaksud dengan pengaturan emosi, dan mengapa hal ini penting?

Pengaturan emosi mengacu pada kemampuan untuk mengelola dan merespons pengalaman emosional secara efektif. Hal ini melibatkan pengenalan kondisi emosi seseorang, memahami alasan di balik emosi tersebut, dan mengekspresikannya dengan cara yang sesuai dan bermanfaat bagi situasi yang dihadapi.

Pada anak-anak, kurangnya pengaturan emosi dapat bermanifestasi dalam berbagai cara, seperti tantrum, perubahan suasana hati, atau kesulitan dalam interaksi sosial. Perilaku-perilaku ini, jika tidak ditangani, dapat terus berlanjut hingga dewasa, yang mengarah pada masalah yang lebih signifikan seperti kesehatan mental yang buruk, kesulitan dalam menjalin hubungan, dan bahkan kemunduran karier. Seiring bertambahnya usia anak dan beranjak dewasa, prevalensi depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku menjadi lebih umum. Hal ini menjadikan masa kanak-kanak sebagai waktu yang penting untuk mengembangkan pengaturan emosi dan strategi mengatasi masalah.

Pengaturan emosi adalah landasan kesehatan emosional dan kesejahteraan secara keseluruhan bagi semua manusia. Hal ini memungkinkan kita untuk mengatasi tantangan dengan ketahanan, menjaga hubungan yang sehat, dan membuat keputusan yang baik bahkan dalam situasi yang penuh emosi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan kemampuan pengaturan emosi yang kuat cenderung lebih berprestasi secara akademis, memiliki keterampilan sosial yang lebih baik, dan memiliki harga diri yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung tidak terlibat dalam perilaku berisiko dan lebih mungkin tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat secara emosional.

Ketika anak-anak tidak dapat mengendalikan emosi mereka dalam situasi emosional, mereka mungkin mengalami pola disregulasi emosi kronis. Ketidakmampuan untuk mengatur dan mengorganisir emosi untuk menghasilkan respons emosional yang tepat lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun, seiring bertambahnya usia, idealnya, mereka menjadi lebih dewasa secara emosional dan belajar bagaimana memahami dan mengekspresikan emosi mereka. Disregulasi emosi yang berkelanjutan terjadi pada lebih dari 50% orang yang dirawat di rumah sakit sehubungan dengan gangguan kepribadian ambang. Sebagai gambaran, jumlah tersebut adalah 4-6% dari total populasi.

Pengaturan emosi merupakan keterampilan hidup yang penting bagi anak-anak dan merupakan penentu penting bagi kebahagiaan dan kesuksesan mereka di masa depan. Sebagai contoh, orang yang "lebih bahagia" ditemukan memiliki risiko yang lebih rendah terkena stroke dan masalah kesehatan lainnya.

Apa peran orang tua dalam pengaturan emosi?

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan pengaturan emosi anak-anak mereka. Mereka adalah agen sosialisasi utama dalam kehidupan anak-anak mereka, dan pengaruh mereka sangat penting dalam membentuk kemampuan anak-anak mereka untuk mengelola emosi. Sepanjang hidup seorang anak, orang tuanya akan menjadi model pengaturan emosi, mengarahkan ledakan emosi, dan mendikte pengalaman emosional di dalam rumah tangga.

Sebagai model utama pengaturan emosi bagi anak-anak mereka, orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Anak-anak belajar dengan mengamati reaksi orang tua mereka terhadap berbagai situasi. Ketika orang tua menangani emosi mereka secara efektif, anak-anak mereka mulai memahami bagaimana meniru perilaku tersebut dalam kehidupan mereka sendiri. Sebaliknya, orang tua yang kesulitan dalam mengatur emosi mungkin secara tidak sengaja mengajarkan kebiasaan emosional yang tidak sehat kepada anak-anak mereka.

Seperti kebanyakan perilaku yang dipelajari, orang tua memberikan instruksi dan bimbingan langsung dalam hal pengaturan emosi. Mereka membantu anak-anak mereka mengidentifikasi dan memahami emosi mereka, memvalidasi perasaan mereka, dan mengajari mereka cara-cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi tersebut. Mereka juga membimbing anak-anak mereka dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah untuk mengatasi tantangan emosional. Orang tua dapat menggunakan banyak taktik untuk membantu anak-anak mereka memahami perasaan mereka, merespons dengan tepat, dan bergerak maju secara produktif.

Terakhir, orang tua menciptakan iklim emosional di rumah. Lingkungan yang mendukung dan mengayomi memungkinkan anak-anak merasa aman untuk mengekspresikan emosi mereka dan mendorong komunikasi yang terbuka. Ketika terbenam dalam iklim emosional yang tidak bersahabat atau meremehkan, seorang anak akan kesulitan untuk menguasai keterampilan pengaturan emosi.

Para ahli sepakat bahwa orang tua berperan penting dalam membina kemampuan pengaturan emosi anak-anak mereka. Tindakan, reaksi, dan lingkungan emosional yang mereka ciptakan dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan emosional anak-anak mereka.

Tips orang tua untuk mengajarkan pengaturan emosi

Mengajarkan pengaturan emosi pada anak mungkin terlihat menakutkan, namun hal ini dapat dicapai secara efektif dengan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk orang tua:

  1. Berikan contoh pengaturan emosi yang sehat: Tunjukkan kepada anak-anak Anda cara menangani emosi dengan mengelola emosi Anda sendiri secara efektif. Ekspresikan emosi Anda dengan cara yang sehat dan gunakan situasi yang menantang sebagai momen yang dapat diajarkan.
  2. Validasi Emosi Mereka: Akui perasaan anak Anda dan beritahu mereka bahwa tidak apa-apa untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Validasi ini membantu mereka memahami emosi mereka dan dampak dari emosi tersebut terhadap reaksi mereka.
  3. Ajarkan Kosakata Emosional: Bantu anak Anda mengembangkan kosakata emosional yang kaya. Semakin banyak kata yang mereka miliki untuk menggambarkan perasaan mereka, semakin mudah bagi mereka untuk mengekspresikan dan mengelolanya.
  4. Dorong Ekspresi Emosi: Ciptakan ruang yang aman bagi anak Anda untuk mengekspresikan emosinya. Doronglah mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka dan yakinkan mereka bahwa semua emosi positif dan negatif adalah normal.
  5. Ajarkan Strategi Mengatasi Masalah: Bekali anak Anda dengan berbagai strategi penanganan, seperti menarik napas dalam-dalam, menghitung sampai sepuluh, atau menggunakan self-talk yang positif. Latihlah strategi ini bersama-sama pada saat-saat tenang sehingga mereka dapat menggunakannya dalam skenario yang penuh emosi.

Ingatlah, mengajarkan pengaturan emosi adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. Bersabarlah dengan anak Anda dan diri Anda sendiri saat Anda menempuh perjalanan ini bersama-sama.

Mengapa sebagai orang tua saya ingin anak saya memiliki keterampilan pengaturan emosi?

Pengaturan emosi lebih dari sekedar alat untuk mengelola emosi saat ini; itu adalah keterampilan yang dapat memprediksi kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat lonjakan penelitian mengenai topik ini karena topik ini dikenal luas sebagai komponen penting dari kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan kemampuan pengaturan emosi yang kuat cenderung memiliki hubungan sosial yang sukses. Mereka lebih siap untuk menangani konflik, membentuk keterikatan yang sehat, dan menavigasi dinamika sosial. Keterampilan ini diterjemahkan ke dalam keterampilan kerja tim dan kolaborasi yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya, yang sangat dihargai dalam lingkungan profesional. Di bidang akademis, pengaturan emosi membantu anak-anak untuk fokus, mengikuti instruksi, dan terlibat dalam pembelajaran, yang mengarah pada prestasi akademis yang lebih baik. Pengaturan emosi juga menumbuhkan ketangguhan, sehingga anak-anak dapat bangkit kembali dari kemunduran dan bertahan dalam menghadapi tantangan.

Lebih lanjut, pengaturan emosi dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini mengurangi kemungkinan berkembangnya gangguan kesehatan mental dan meningkatkan harga diri dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Orang dengan tantangan kesehatan mental tingkat sedang lebih mungkin mengalami masalah penyalahgunaan zat dan keinginan untuk bunuh diri, serta dua kali lebih mungkin menjadi pengangguran.

Sebagai orang tua, mengajarkan anak Anda keterampilan pengaturan emosi adalah salah satu hadiah paling berharga yang dapat Anda berikan. Ini bukan hanya tentang mengelola emosi; ini tentang membekali anak Anda dengan seperangkat keterampilan yang akan berguna bagi mereka sepanjang hidupnya.

Kesimpulan

Pengaturan emosi adalah keterampilan hidup yang sangat penting yang secara signifikan berdampak pada interaksi sosial, prestasi akademik, dan kesejahteraan jangka panjang anak. Sebagai orang tua dan pendidik, peran kita dalam mengembangkan keterampilan ini pada anak-anak adalah yang terpenting. Dengan mencontohkan respons emosional yang sehat, memvalidasi perasaan mereka, mengajari mereka kosakata emosional, mendorong ekspresi emosi, dan membekali mereka dengan strategi mengatasi masalah, kita dapat membantu mereka menavigasi dunia emosional mereka secara efektif.

Pentingnya pengaturan emosi tidak hanya terbatas pada masa kanak-kanak. Pengaturan emosi dapat memprediksi kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, prestasi akademis, dan kesehatan mental. Oleh karena itu, berinvestasi dalam pendidikan emosi anak-anak kita bukan hanya tentang mengelola emosi mereka saat ini, tetapi juga menyiapkan mereka untuk kesuksesan dan kebahagiaan di masa depan. Di Amerika Serikat, dalam dekade terakhir terjadi peningkatan 40% jumlah anak muda yang mengalami keputusasaan, kesedihan yang berkepanjangan, dan keinginan untuk bunuh diri. Saat yang tepat untuk mengurangi angka statistik yang terus meningkat tersebut adalah di masa kanak-kanak.

Kesimpulannya, mengajarkan pengaturan/regulasi emosi adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pengertian. Namun hasilnya - yaitu anak-anak yang tangguh secara emosional dan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat secara emosional - sangat sepadan dengan usaha yang dilakukan.

πŸ”¬πŸ§«πŸ§ͺπŸ”πŸ€“πŸ‘©β€πŸ”¬πŸ¦ πŸ”­πŸ“š

Referensi jurnal

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children’s maladjustment. Annual review of clinical psychology6, 495-525. https://doi.org/10.1080/13284207.2022.2155034

Moran Mishli Bardugo adalah seorang Psikolog Sekolah yang berdedikasi di Israel dengan kualifikasi yang luas, termasuk gelar M.A. di bidang Psikologi Sosial dan Pendidikan Khusus Anak Usia Dini. Dia telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap psikologi sekolah sejak tahun 2019, dengan fokus pada metode penguatan positif, manajemen krisis, dan pengajaran yang berbeda. Latar belakang Moran yang serba bisa mencakup pengalaman sebelumnya sebagai Guru untuk Siswa Tuna Rungu di Kementerian Pendidikan Israel, dan dia unggul dalam pembuatan konten psikoedukasi dan pembinaan siswa pendidikan khusus. Komitmennya terhadap pembelajaran berkelanjutan ditunjukkan melalui berbagai sertifikasi, dan dia secara efektif mendukung siswa dan berkolaborasi dengan para profesional pendidikan. Moran juga selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam psikologi sekolah, menekankan pentingnya perkembangan anak dalam pembelajaran dan perilaku, serta memanfaatkan data untuk menilai sistem manajemen akademik dan perilaku.