//

Pria yang bertaruh pada kuda umumnya lebih pintar daripada mereka yang tidak, menurut penelitian

Penelitian di Finlandia juga menemukan bahwa untuk setiap poin tambahan IQ, para penjudi menghabiskan lebih dari £800 (pound sterling) untuk pacuan kuda.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria yang bertaruh pada pacuan kuda biasanya lebih pintar daripada mereka yang tidak. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavioural Decision Making, meneliti 15.500 penjudi pria dari Finlandia dan menemukan bahwa para penggemar pacuan kuda memiliki IQ yang lebih tinggi dari rata-rata.

Para peneliti yang terdiri dari Niko Suhonen, Tuomo Kainulainen, Jani Saastamoinen, dan Profesor David Forrest dari Universitas Finlandia Timur dan Universitas Liverpool berfokus pada pacuan kuda online, dengan menggunakan subjek/peserta yang semuanya laki-laki dari militer Finlandia. Mereka mengikuti tes IQ sebagai bagian dari persyaratan sebelum diterima di militer.

Para peneliti menggabungkan kebiasaan taruhan online para subjek dengan indikator lain seperti pendidikan, pendapatan, dan status ekonomi.

Studi ini menyimpulkan bahwa para subjek dengan IQ yang lebih tinggi lebih menyukai perjudian berbasis keterampilan, seperti poker dan pacuan kuda, daripada taruhan berbasis peluang, seperti lotre dan mesin slot. 

Penelitian sebelumnya telah menyoroti hubungan antara pacuan kuda dan aristokrasi, terutama di Inggris pada abad ke-19. Anggota keluarga kerajaan dan kelas atas menggunakan kepemilikan kuda dan pacuan kuda untuk meningkatkan status sosial mereka. Peneliti John Pinfold mengungkapkan dalam sebuah makalah tahun 2008 bahwa bagi banyak bangsawan yang terlibat dalam pacuan kuda, "perjudian besar adalah elemen kunci dalam keterlibatan mereka."

Namun, masuknya kaum orang kaya baru di akhir abad ke-19 ke dalam pacuan kuda mengurangi pengaruh aristokrasi. Tetapi memiliki pacuan kuda itu mahal, sebuah usaha yang masih diperuntukkan bagi orang kaya. Bertaruh pada mereka bukanlah urusan semua orang, yang biasanya terlihat dalam olahraga populer seperti sepak bola atau rugby, terutama karena "keputusan rumit" yang harus diambil oleh para petaruh dalam pacuan kuda.

Selain itu, bertaruh pada pacuan kuda memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda. Dalam beberapa balapan, taruhan mungkin melibatkan prediksi pemenang yang akurat. Pada balapan lainnya, petaruh mungkin diminta untuk tidak hanya memilih pemenang, tetapi juga kuda yang berada di posisi kedua dengan urutan yang benar.

Hubungan antara kecerdasan dan perjudian

Satu studi yang dilakukan di Nevada, Las Vegas pada tahun 2019 - juga oleh peneliti yang sama - mencatat bahwa hubungan antara kecerdasan dan perjudian "tidak dipahami." Namun, mereka menjelaskan bahwa "IQ yang tinggi secara positif berhubungan dengan partisipasi taruhan dan pengeluaran untuk bertaruh."

IQ yang tinggi secara positif berhubungan dengan partisipasi taruhan dan pengeluaran untuk taruhan.

REKAN PENULIS STUDI NIKO SUHONEN, TUOMO KAINULAINEN, JANI SAASTAMOINEN, DAN DAVID FORREST

Namun, sebuah penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2014 mencatat bahwa orang yang memiliki IQ lebih rendah mungkin berisiko mengalami masalah perjudian (ludomania), sebuah situasi di mana seseorang berjudi berulang kali meskipun ada konsekuensi yang merugikan.

Tetapi penelitian Universitas Finlandia Timur menemukan bahwa hal ini mungkin tidak selalu benar. Mereka mencatat bahwa orang yang bertaruh pada pacuan kuda cenderung lebih cerdas karena, berbeda dengan taruhan lain seperti lotere atau mesin slot, mereka harus sering membuat keputusan taruhan yang lebih kompleks. "Dibandingkan dengan rata-rata pria dalam sampel kami, rata-rata petaruh memiliki skor IQ yang lebih tinggi," kata penulis yang bersangkutan, David Forrest.

Para peneliti berpendapat bahwa hal ini secara positif terkait dengan keputusan seseorang untuk berpartisipasi dan membelanjakan uang untuk bertaruh pada pacuan kuda, dengan ketertarikan pada aktivitas taruhan yang memiliki format yang rumit. Mereka mencatat bahwa komponen numerik IQ lebih bertanggung jawab atas hal ini. 

"Masuk akal bahwa orang yang cerdas dan mereka yang memiliki kemampuan numerik mendapatkan kepuasan dari menyibukkan diri mereka dalam tugas-tugas yang melibatkan " penghitungan angka," seperti taruhan kuda. Mereka menikmati tantangan intelektual," kata para peneliti. 

Masuk akal bahwa orang yang cerdas dan mereka yang memiliki kemampuan numerik mendapatkan kepuasan dari menyibukkan diri mereka dalam tugas-tugas yang melibatkan " penghitungan angka," seperti taruhan kuda. Mereka menikmati tantangan intelektual.

DAVID FORREST, PROFESOR EKONOMI DI UNIVERSITAS LIVERPOOL

Karena teknologi mengubah dunia dan mengubah cara kerjanya, banyak penggemar judi yang beralih ke kasino online. Versi modern dari permainan kasino tradisional, teknologi mutakhir, dan banyak bonus dan promosi meningkatkan peluang menang di kasino online baru. Misalnya, seperti kasino online baru yang terdaftar di Sportslens memungkinkan para penggemar judi untuk memilih platform baru terbaik untuk bermain.

IQ lebih tinggi, taruhan lebih besar

Para peneliti lebih lanjut menemukan bahwa untuk setiap poin tambahan IQ, para penjudi menghabiskan uang lebih dari £800 untuk pacuan kuda - meningkat 21 persen.

Survei menunjukkan hanya 19 persen peserta dengan IQ yang lebih tinggi yang lebih suka membuat taruhan sederhana, sementara orang yang lebih pintar lebih suka membuat taruhan yang lebih rumit seperti akumulator. Lebih dari 19 dari 20 penggemar pacuan kuda - termasuk mendiang Ratu Elizabeth yang merupakan pendukung setia olahraga ini - memasang taruhan. Mereka menghabiskan sekitar £4 miliar per tahun di bandar judi.

Ratu Elizabeth, meskipun bukan seorang penjudi atau petaruh pacuan kuda yang terkenal, namun beliau terkenal karena memiliki kandang kuda ras murni pemenang yang membantunya mengumpulkan sekitar £6,7 juta selama 30 tahun sejak tahun 1988. Pada tahun 2013, kuda pacu miliknya, Estimate, memenangkan Piala Emas yang bergengsi di Royal Ascot.

Para peneliti berpendapat bahwa petaruh berusaha keras untuk mencocokkan pilihan taruhan mereka dengan IQ mereka, akan tetapi mereka memperingatkan bahwa penelitian mereka tidak boleh digunakan untuk membuat generalisasi tentang bentuk perjudian lainnya, terutama perjudian yang bersifat peluang.

🔬🧫🧪🔍🤓👩‍🔬🦠🔭📚

Referensi
Suhonen, N., Saastamoinen, J., Forrest, D., & Kainulainen, T. (2022). Does IQ predict engagement with skill‐based gambling? large‐scale evidence from Horserace Betting. Journal of Behavioral Decision Making. https://doi.org/10.1002/bdm.2300