‘Saya bermimpi menjadi pesepakbola’: tanggal lahir dan kampung halaman bisa menjadi kutukan bagi calon pesepakbola

Sebuah studi nasional Portugal yang melibatkan 2.693 pemain U-14 mengungkapkan bahwa distribusi tanggal lahir, lokasi geografis, dan kualitas tim mempengaruhi peluang para pesepakbola muda untuk masuk ke dalam tim perwakilan.

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling populer di seluruh dunia, dan dimainkan oleh jutaan anak dan remaja. Meskipun banyak anak muda bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional, hanya sedikit dari mereka yang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA, puncak karir dalam sepak bola internasional. Anak-anak dan orang tua mereka, bagaimanapun, tidak menyadari bahwa bakat itu sendiri seringkali tidak cukup untuk mencapai prestasi tinggi, karena jalur perkembangan pesepakbola dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya beberapa fenomena aneh seperti ‘efek usia relatif’ dan 'pematangan biologis 'memainkan peran utama. Fenomena ini dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi karir olahraga atau menghambat perkembangan bakat olahraga.

Tak terhitung banyaknya anak-anak dan remaja yang berbagi impian menjadi pesepakbola profesional

Apa yang kita ketahui tentang 'efek usia relatif'?

Telah diamati bahwa tidak jarang tim Junior memiliki sebagian besar pemainnya yang lahir pada kuartal pertama (Q1: Januari–Maret) dan lebih sedikit pemain yang lahir pada kuartal terakhir (Q4: Oktober–Desember) dari yang diharapkan secara kebetulan. Distribusi tidak imbang ini, disebut sebagai 'efek usia relatif' yang mana merupakan hasil dari proses seleksi dan menunjukan konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang yang dihasilkan dari perbedaan usia kronologis secara halus yang ada antara individu dalam kelompok tahunan pesepakbola.

Meskipun efek usia relatif sering disamakan dengan pematangan biologis, pengertian ini tidak memiliki makna yang sama. Usia kronologis yang lebih tua dalam sebuah kelompok tahunan tidak selalu menyiratkan status kematangan yang lebih maju, tetapi perbedaan hampir 1 tahun dapat menghasilkan variasi yang cukup besar antara pemain dalam hal tinggi badan, berat badan, kekuatan, daya tahan, kecepatan, kemampuan perseptual / kognitif dan aspek psikososial. Perbedaan-perbedaan ini, yang terlihat jelas dalam percepatan pertumbuhan (anak laki-laki: ~13 –15 tahun; anak perempuan: ~11–13 tahun), hal ini cenderung menentukan peluang yang lebih besar bagi pemain yang relatif lebih tua untuk mengakses pembinaan yang lebih baik, pelatihan berkualitas tinggi, lebih banyak olahraga dengan pelatihan spesifik dan dukungan yang tepat. Sebaliknya, sebagian besar pemain berbakat yang lahir belakangan di kuartal terakhir, yang mana tidak memiliki status kematangan yang lebih maju, lebih cenderung diabaikan oleh akademi atau pelatih tim perwakilan daerah atau nasional dan putus sekolah sepak bola selama proses pengembangan.

Dari usia dini hingga dewasa, efek usia relatif dalam sepak bola telah dilaporkan di seluruh dunia dan, bahkan setelah lebih dari tiga dekade penelitian ekstensif tentang topik tersebut, negara yang lebih besar bertahan dan menjadi lebih kuat di beberapa wilayah dalam penerapan efek usia relatif. Oleh karena itu, pembagian suatu negara ke dalam lokasi geografis merupakan titik awal untuk mengungkap kekhasan sosial budaya yang mempengaruhi pemilihan dan pengembangan pesepakbola berbakat dengan usia yang sesuai.

Investigasi nasional: Efek usia relatif pada pemain Portugal U-14 (U14)

Sepak bola sejauh ini merupakan olahraga paling populer di Portugal dan baru-baru ini tim muda dan nasional seniornya telah memenangkan beberapa turnamen internasional bergengsi, termasuk Kejuaraan U17 Eropa UEFA 2016, Kejuaraan U19 Eropa UEFA 2018, Kejuaraan Eropa UEFA 2016, dan Liga Negara UEFA 2019. Untuk mengatasi proses identifikasi terhadap talenta muda di Portugal, Asosiasi Sepak Bola Portugal telah menyelenggarakan turnamen nasional antar-asosiasi Lopes da Silva sejak 1995, yang mengumpulkan pemain U 14 terbaik dari seluruh negeri.

Meskipun beberapa pemain Portugal terkenal, seperti João Moutinho, Renato Sanches dan João Félix, terpilih untuk Lopes da Silva, pemain lain yang sama berbakatnya yang juga lahir di paruh kedua tahun seleksi (misalnya, Bernardo Silva) tidak mendapatkan kesempatan itu. Oleh karena itu, kami yakin bahwa turnamen ini akan memberikan peluang yang sangat baik untuk memahami bagaimana pengaruh usia relatif terhadap sistem pemilihan pemain bakat Portugal.

Pesepakbola Portugal U14 bermain di Turnamen Lopes da Silva, yang dipromosikan oleh Asosiasi Sepak Bola Portugal.

Data dari 2.693 pemain pria Portugal U14, yang mana dipilih oleh 22 asosiasi regional yang berafiliasi bersama Asosiasi Sepak Bola Portugal, dipilih untuk berpartisipasi dalam salah satu dari tujuh edisi Turnamen Lopes da Silva diselang tahun 2013 dan 2019, telah dikumpulkan dan dianalisis. Seperti yang diharapkan, kami menemukan efek usia relatif kecil hingga menengah pada kelompok U14 dibandingkan dengan populasi laki-laki Portugal pada umumnya (Gambar 1).

Gambar 1. Distribusi tanggal lahir pemain regional Portugal U14 (n = 2.693) dan populasi laki-laki Portugal yang lahir antara tahun 1999 dan 2005 (n = 58.688). Q1: Kelahiran kuartal 1 (Januari–Maret); Q2: Kelahiran kuartal 2 (April–Juni); Q3: Kelahiran kuartal 3 (Juli–September); Q4: Kelahiran kuartal 4 (Oktober–Desember).

Tidak seperti posisi bermain (penjaga gawang, pemain bertahan, gelandang, dan penyerang), keterwakilan kuarter kelahiran pemain U 14 dipengaruhi oleh lokasi geografis tim regional dan kualitas mereka secara keseluruhan. Dibandingkan dengan tim yang terletak di daerah kepulauan, di mana efek usia relatif terkecil diamati, tim regional dari daratan benua menunjukkan peluang lebih besar untuk memilih pemain pada kuartal pertama daripada kuartal terakhir (meningkat 76,3%, 87,3%, 41,8% dan 49,5% untuk utara, tengah-utara, tengah-selatan dan selatan, masing-masing). Tim peringkat atas memiliki kemungkinan 94,6% lebih besar daripada tim peringkat bawah dalam memilih pemain dengan usia kuartal pertama dibanding pemain kuartal terakhir. Oleh karena itu, semua ekspektasi awal kami dikonfirmasi terlepas dari asumsi efek usia relatif yang lebih besar pada pemain bertahan dan penjaga gawang..

Apakah kita menyia-nyiakan bakat dengan praktik selektif saat ini? 

Seperti yang telah dibuktikan sebelumnya di Spanyol dan Irlandia, penelitian kami juga menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan peluang yang diberikan kepada beberapa pesepakbola berbakat untuk maju ke jalur pengembangan elit, bersamaan dengan tanggal lahir, dan terkait dengan karakteristik demografis lokasi tempat tinggal pemain. Di daerah dengan kepadatan penduduk yang lebih rendah, pemain muda yang lahir pada kuartal terakhir tahun ini tampaknya memiliki peluang lebih besar untuk dipilih bermain sebagai tim perwakilan.

Tim regional peringkat teratas lebih memilih pemain kuartal pertama 7,8 kali lebih banyak daripada pemain kuartal terakhir. Ketika kualitas tim meningkat, probabilitas yang lebih besar bagi tim peringkat atas untuk memilih pemain yang relatif lebih tua. Temuan ini mendukung fakta bahwa pelatih regional telah memilih pemain U 14 berdasarkan 'kesiapan kompetitif' langsung mereka daripada potensi untuk mencapai tingkat performa tinggi di masa mendatang. Secara umum, lahir pada triwulan pertama belum berarti bahwa anak-anak tersebut memiliki 'keterampilan' yang lebih baik ketimbang triwulan ketiga atau keempat, yang mana berarti anak-anak yang lahir pada kuartal pertama akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengakses jalur pengembangan elit dan kemudian mencapai status profesional. Kesimpulannya, tanggal lahir dan kampung halaman bisa menjadi kutukan bagi banyak anak berbakat, terutama jika praktik selektif yang tidak terkendali dan tidak adil masih berlaku di sepak bola remaja.

Implikasi praktis

Informasi yang dikumpulkan dalam penelitian kami dapat berkontribusi pada pengembangan strategi identifikasi bakat yang lebih efektif, dan dapat memberikan beberapa pesan dan pelajaran kepada pelatih dan praktisi lainnya. Poin penting pertama adalah sangat penting untuk menghilangkan efek perancu dari pematangan, terutama selama masa remaja awal dan pada tingkat perwakilan daerah. Yang kedua adalah kepentingan untuk mempertimbangkan variabilitas efek usia relatif tergantung pada lokasi geografis, jika semakin besar dapat mengumpulkan pemain dan sumber daya terkait sepakbola yang tersedia, semakin kuat pengaruhnya kepada tim. Yang ketiga adalah kepentingan untuk menekankan hasil kompetitif jangka panjang daripada kemenangan dalam kompetisi anak-anak. Ini akan meningkatkan peluang bagi pemain berbakat yang lahir prematur dan yang terlambat pertumbuhan dewasanya untuk bermain dan tetap terlibat dalam lingkungan kepelatihan berkualitas tinggi. Sebagai penutup, kami menyarankan para pelatih untuk bersabar – ‘waktu adalah teman Anda’.

Carlos Humberto Almeida adalah seorang guru pendidikan jasmani di Monchique Municipality, Portugal, dan asisten profesor Praktik dan Teori Olahraga (Sepak Bola) di Institut Superior Manuel Teixeira Gomes, Portimão, Portugal. Dia juga seorang pelatih sepak bola (lisensi UEFA B) dan penulis dari beberapa publikasi ilmiah.